Festival Naskah Nusantara III
Naskah Kuno sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Nusantara: Memperteguh Kebhinekaan & Memperkuat Restorasi Sosial

Registrasi
HTML5 Logo
  • Latar Belakang

    Salah satu kunci terpenting dalam visi Nawacita yang ingin direalisasikan oleh Pemerintah di bawah Presiden Ir, Joko Widodo adalah “Memperteguh Kebhinekaan & Memperkuat Restorasi Sosial”. Presiden Jokowi sangat menekankan aspek kebhinekaan & restorasi sosial, ini mengingat Indonesia adalah sebuah bangsa dengan masyarakat yang multikultural, multietnik, dan multiagama, sehingga kesatuan dalam keragaman menjadi sangat penting untuk dijadikan sebagai karakter masyarakatnya.

  • Misi untuk memperteguh kebhinekaan & restorasi sosial, ini harus diupayakan oleh semua elemen masyarakat, demi menegaskan kembali bahwa kita adalah sebuah bangsa yang besar dengan latar belakang masyarakat Nusantara yang berperadaban tinggi. Jatidiri masyarakat Nusantara sebagai bangsa yang berperadaban tinggi sesungguhnya tercermin sangat kuat dalam peninggalan naskah-naskah kuno tulisan tangan (manuscripts) yang diwarisi Indonesia sejak ratusan tahun lalu. Kebhinekaan aksara dan bahasa yang digunakan dalam warisan tertulis leluhur Nusantara tersebut, juga diakui dunia jauh melebihi keanekaragaman aksara dan bahasa yang dimiliki oleh bangsa-bangsa berperadaban lain.

  • Sejarah telah membuktikan bahwa peradaban yang besar umumnya disokong oleh kemampuan untuk merekam, menyampaikan, dan mengolah informasi melalui aksara sebagaimana ditunjukan oleh peradaban Mesir, Cina, India, Arab, Romawi, dan Persia. Pada masanya, bangsa-bangsa yang terkait dengan peradaban tersebut mampu mandiri bahkan mempengaruhi bangsa-bangsa lainnya di dunia. Nusantara, dengan letaknya yang sangat strategis pada jalur transportasi laut, menjadi salah satu wilayah yang mendapat pengaruh kuat peradaban dunia tersebut. Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Asia, tradisi tulis dan tingkat keberaksaraan masyarakat Nusantara jauh lebih dinamis dan beragam.

  • Indonesia memiliki ribuan naskah kuno dengan beragam aksara yang mencerminkan peradaban dan kebudayaan lokal yang pernah digunakan oleh berbagai etnis dan suku bangsa. Pertanyaannya, sejauh mana warisan peradaban tertulis Nusantara yang lahir dari alam maritim tersebut telah mengejawantah menjadi ciri kepribadian kebudayaan Indonesia? Bagaimana bangsa Indonesia memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan yang terkandung dalam naskah kuno tersebut guna membangun jati diri bangsa?

  • Tantangan

    Seiring dengan perubahan zaman, sejumlah tradisi tulis yang telah membentuk peradaban Nusantara kini tidak lagi digunakan dan hanya dapat ditemukan dalam naskah-naskah kuno. Sebagian naskah-naskah tersebut masih disimpan oleh pemiliknya, dan sebagian lain dikoleksi oleh lembaga-lembaga pemerintah baik di dalam maupun di luar negeri.

  • Situasi ini sudah barang tentu sangat menghawatirkan dan memerlukan perhatian semua pihak. Bukan berarti masyarakat Nusantara tidak boleh berubah. Peradaban tertulis yang pernah dihasilkan serta bertahan secara turun temurun dalam kurun waktu yang cukup lama sudah barang tentu mengandung banyak kearifan lokal yang perlu dipelajari. Generasi muda Indonesia tidak boleh terputus dengan pencapaian-pencapaian gemilang leluhurnya. Dengan demikian, naskah kuno (manuscript) menjadi salah satu jembatan untuk “mendatangi” kembali prestasi-prestasi leluhur bangsa Indonesia di masa lalu tersebut dan mempertimbangkannya sebagai cara untuk merawat kepribadian dan jatidiri kebudayaan Indonesia, serta untuk semakin meneguhkan kembali karakter kebhinekaan Indonesia.

  • Masalahnya, keberadaan naskah-naskah kuno warisan budaya Nusantara tersebut semakin hari semakin terancam punah. Sebagian lain bahkan dipastikan telah musnah, baik akibat bencana alam maupun karena ketidakpedulian pemiliknya. Sebagian lainnya berada dalam kondisi fisik mengkhawatirkan karena ditulis di atas kertas yang telah berusia ratusan tahun.

  • Kini, negara-negara maju di Eropa khususnya telah banyak terlibat dalam memfasilitasi preservasi dan digitalisasi naskah-naskah Nusantara. Sejumlah sarjananya juga telah memanfaatkan sumber-sumber tertulis Indonesia, yang kini banyak tersedia secara daring (online) tersebut untuk berbagai kajian akademik dan untuk membangun kesarjanaannya. Jika bangsa Indonesia sendiri tidak terlibat aktif, identitas kebudayaan Indonesia mungkin akan lebih banyak dikonstruksi oleh “orang lain”, yang belum tentu sesuai dengan cara pandang bangsa Indonesia sendiri.

  • Potensi

    Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) yang memiliki sekitar 11.147 naskah kuno Nusantara dalam berbagai aksara dan bahasa kini semakin membuka diri mengikuti perkembangan zaman dalam mempromosikan akses terhadap koleksi naskah-naskah kunonya. Sebagian naskah kuno bisa diakses secara daring dan sebagian lagi bahkan telah dikukuhkan sebagai bagian dari warisan dunia atau Memory og the world (Negarakertagama, Babad Diponegoro dan La Galigo) . Kekayaan warisan tertulis yang mencerminkan keragaman bangsa Indonesia ini sangat patut diketahui publik, baik di dalam maupun di luar negeri.

  • Peluang

    Zaman keterbukaan di era Masyarakat Ekonomi Asean adalah juga peluang besar bagi Indonesia untuk lebih memperkenalkan keragaman dan kebhinekaan kebudayaan Nusantara, terutama melalui revitalisasi naskah-naskah lama tersebut. Untuk merespon semua perkembangan itulah, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) bermaksud menyelenggarakan satu kegiatan utama, yakni Festival Naskah Nusantara III yang berisikan tiga kegiatan lain yaitu Seminar Internasional, Workshop dan Pemeran serta pertunjukan kesenian daerah.

  • Dasar Hukum

    - Pasal 7 ayat 1d, UU No 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan; Pemerintah berkewajiban: menjamin ketersedian keragaman koleksi perpustakaan melalui terjemahan (tranlasi), alih aksara transliterasi),…;

    - Pasal 21 ayat 3c, UU No 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan; Perpustakaan Nasional bertugas : melakukan promosi perpustakaan dan gemar membaca dalam rangka mewujudkan masyarakat pembelajaran sepanjang hayat;

  • Tujuan

    Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan, menggali, mengangkat, dan mempertimbangkan persoalan-persoalan yang terkait dengan pembentukan identitas dan jatidiri kebudayaan bangsa yang termaktub dalam berbagai naskah Nusantara.

    Secara khusus Festival Naskah Nusantara ke-3 bertujuan untuk memberi sumbangan pada masyarakat Indonesia dengan menggali, mengkaji, dan mempublikasikan kembali pengetahuan-pengetahuan terkait kearifan lokal dalam naskah-naskah Nusantara, yang masih relevan untuk pengembangan jati diri kita sebagai bangsa maritim.

  • Sasaran

    Kegiatan ini ditujukan untuk mahasiswa, peneliti, praktisi, pelajar, komunitas literasi, taman bacaan masyarakat, perpustakaan, komunitas sastra, komunitas sejarah dan masyarakat umum untuk mempromosikan, menggali, mengangkat, memperkenalkan kandungan informasi yang terdapat di naskah kuno sebagai sumber ilmu pengetahuan dan peradaban Nusantara yang terkait dengan pembentukan identitas dan jatidiri kebudayaan bangsa, sehingga dapat menumbuhkan cinta kepada sejarah bangsa, cinta kepada nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air serta semangat bela negara.

Waktu

25-29 September 2017

Tempat

Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah

Acara

Seminar Internasional, Workshop, dan Pameran serta Pertunjukan Kesenian Daerah

Lingkup Kegiatan

Festival Naskah Nusantara ke III, menampilkan representasi dari keragaman kandungan informasi naskah Nusantara yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak ratusan tahun lalu, serta mempertunjukkan segala hal yang berkaitan dengan budaya naskah Nusantara. Kegiatan yang akan ditampilkan adalah:

1. Seminar Internasional Pernaskahan Nusantara dengan tema: “Naskah Kuno Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Nusantara : Memperteguh Kebhinekaan & Memperkuat Restorasi Sosial”

Sub Tema:
- Pengetahuan dan Teknologi Maritim dalam Naskah Nusantara
- Arsitektur dalam Naskah Nusantara
- Wastra dan Sastra : Kain Tradisional dalam Naskah Nusantara
- Naskah Nusantara dan Ingatan Kolektif Nasional
- Pengobatan Tradisional dalam Naskah Nusantara
- Sejarah dalam Naskah Nusantara
- Hukum dalam Naskah Nusantara
- Filsafat dalam Naskah Nusantara
- Dokumentasi Bahasa dalam Naskah Nusantara
- Teks-teks Keagamaan dalam Naskah Nusantara
- Jaringan Perdagangan Internasional dalam Naskah Nusantara
- Transformasi Naskah Nusantara dalam Kesenian.

Pembicara: Para Pakar Perguruan Tinggi dari dalam dan Luar Negeri



2. Workshop Aplikasi Kandungan Informasi Naskah Nusantara

Meliputi:
- Workshop penulisan aksara kuno di daun lontar
- Workshop penulisan aksara kuno di kertas daluang
- Workshop pembuatan kertas daluang dan wayang beber
- Workshop pembuatan lukisan kaca bersumber dari naskah Nusantara
- Workshop pembuatan topeng
- Workshop Aksara dan IT
- Workshop Konservasi dan Digitalisasi naskah Nusantara
- Workshop komunitas literasi
- Workshop komunitas sastra
- Workshop komunitas sejarah
- Workshop seni ekonomi kreatif



3. Pertunjukkan Seni

- Pertunjukan Wayang Seni Jontur Panji Udang
- Pertunjukan Wayang Beber
- Pertunjukan kesenian Keroncong
- Pertunjukan tari (tradisional & kontemporer)
- Pembacaan teks-teks naskah Nusantara.



4. Pameran Naskah Nusantara berupa naskah-naskah Nusantara

dengan tema “Naskah Kuno Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Nusantara : Memperteguh Kebhinekaan & Memperkuat Restorasi Sosial”

- Koleksi Naskah Perpustakaan Nasional RI
- Koleksi Keraton Kasepuhan Cirebon
- Koleksi Keraton Yogyakarta
- Koleksi Keraton Pakualaman, Yogyakarta
- Koleksi Keraton Surakarta
- Koleksi Keraton Mangkunegaran, Surakarta
- Koleksi Keraton Pamekasan, Madura
- Koleksi Instansi dan Perorangan.



5. Talkshow (Diskusi)

- Komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat
- Komunitas filologi
- Komunitas sastrawan
- Komunitas sejarah
- Komunitas.



6. Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk

Daftar Peserta Seminar FNN 3 (Update Berkala)

No. Nama Instansi
1. Sarpani,S.Pd Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab HSS.Prov.Kalsel
2. Dr. Ade Kosasih Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran
3. Restu Imansari Kusumaningrum Bumi Purnati Indonesia
4. Tulus Wichaksono Bumi Purnati Indonesia
5. Hafiful Hadi Sunliensyar Departemen Arkeologi Universitas Gadjah Mada
6. Wahyu Rizky Andhifani Balai Arkeologi Sumatera Selatan
7. Intan Chosi' Nur Amelia UNY
8. Vara Djohan Perpustakaan Pakualaman
9. Etris Bergas Taqwdasmintrani IAIN Salatiga
10. Nurul Huda www.jendelakita.id
11. Supriadi Ikatan Mahasiswa Sastra Daerah
12. Muhammad Fikri H. Politeknik Harapan Bersama Tegal
13. Wahyudhi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana
14. Taufik Hidayah Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UGM
15. Muhammad Hanafi Zuardi IAIN Metro Lampung



CALL FOR PAPERS